Kolaborasi

Kolaborasi
Mengapa berpartner bersama kami?
Papua Barat memiliki sekitar 8,7 juta hektare hutan alam atau sekitar 88% dari luas daratannya, akan tetapi kawasan ini terus menghadapi berbagai ancaman terhadap flora dan faunanya. Menurut Global Forest Watch, pada tahun 2002–2025 Papua Barat telah kehilangan sekitar 250 ribu hektare hutan primer dan sekitar 360 ribu hektare tutupan pohon, terutama akibat pembukaan lahan, penebangan, pembangunan infrastruktur, dan pertambangan.
Hilangnya habitat ini mengancam satwa seperti cenderawasih, kasuari, kanguru pohon, dan kuskus. Selain itu, perburuan liar dan perdagangan satwa masih menjadi masalah, sementara perubahan iklim mengganggu keseimbangan ekosistem melalui perubahan suhu, pola hujan, serta kenaikan permukaan laut yang berdampak pada hutan, mangrove, dan terumbu karang. Meskipun Papua Barat tetap menjadi salah satu benteng terakhir hutan hujan tropis Indonesia, upaya konservasi dan pengelolaan yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk melindungi keanekaragaman hayatinya.