MHA Wooti Logo
Website ini masih dalam perkembangan!
Sampul Peran MHA Malaumkarta dalam Pengelolaan Kawasan Laut Adat

Peran MHA Malaumkarta dalam Pengelolaan Kawasan Laut Adat

Foto Penulis

MHA Wooti Kook

·

10 Jun 2026


Kawasan laut adat merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir. Selain menjadi sumber penghidupan, wilayah laut juga menyimpan nilai budaya, sejarah, dan identitas yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di Malaumkarta, Papua Barat, pengelolaan kawasan laut adat dijalankan oleh Masyarakat Hukum Adat (MHA) Wooti Kook Malaumkarta melalui berbagai aturan dan praktik berbasis kearifan lokal. 

Peran MHA Malaumkarta tidak hanya sebatas menjaga sumber daya laut, tetapi juga memastikan bahwa pemanfaatannya berlangsung secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat saat ini maupun generasi mendatang. 

Menjaga Keseimbangan antara Pemanfaatan dan Pelestarian 

Sebagai pengelola kawasan laut adat, MHA Malaumkarta menerapkan berbagai aturan yang bertujuan menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan kelestarian ekosistem laut. Salah satu instrumen utama yang digunakan adalah Tradisi Egek, yaitu sistem pengelolaan sumber daya alam berbasis adat yang mengatur pemanfaatan sumber daya laut secara terukur.

Melalui mekanisme ini, masyarakat memiliki kesempatan untuk memberikan waktu bagi ekosistem laut agar dapat pulih secara alami sebelum kembali dimanfaatkan. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa konservasi tidak selalu harus dilakukan melalui pembatasan yang ketat, tetapi dapat diwujudkan melalui tata kelola yang lahir dari nilai budaya dan kesepakatan bersama masyarakat adat. 

Memperkuat Perlindungan Kawasan Laut Adat 

Peran MHA Malaumkarta juga terlihat dalam upaya perlindungan kawasan laut adat dari berbagai aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan. Melalui Tim Pengawas Egek dan kerja sama dengan kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas), pengawasan dilakukan untuk mendukung kepatuhan terhadap aturan adat serta mendorong pemanfaatan sumber daya laut yang bertanggung jawab. 

Kegiatan pemantauan ini membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai kondisi sumber daya laut sekaligus memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

Melestarikan Kearifan Lokal dan Nilai Budaya 

Pengelolaan kawasan laut adat tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga warisan budaya masyarakat. Bagi MHA Malaumkarta, laut bukan hanya ruang ekonomi, tetapi juga bagian dari identitas yang memiliki hubungan erat dengan adat istiadat dan kehidupan sosial masyarakat. 

Karena itu, berbagai pengetahuan lokal yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya laut terus diwariskan kepada generasi muda melalui keterlibatan dalam kegiatan adat, musyawarah kampung, dan praktik pengelolaan kawasan laut sehari-hari. Proses ini menjadi penting untuk memastikan bahwa nilai-nilai yang mendukung keberlanjutan lingkungan tetap hidup di tengah perubahan zaman. 

Membangun Kolaborasi untuk Masa Depan Laut yang Berkelanjutan 

Dalam menjalankan pengelolaan kawasan laut adat, MHA Malaumkarta juga membangun kolaborasi dengan pemerintah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan berbagai mitra pelestarian lingkungan. Kolaborasi tersebut bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat adat dalam pengelolaan sumber daya alam sekaligus mendukung berbagai program konservasi laut berbasis masyarakat. 

Melalui kerja sama yang saling menghormati, pengetahuan tradisional dan pendekatan ilmiah dapat berjalan berdampingan untuk menghasilkan pengelolaan kawasan laut yang lebih efektif. 

MHA Malaumkarta sebagai Penjaga Laut Adat 

Peran MHA Malaumkarta dalam pengelolaan kawasan laut adat menunjukkan bahwa masyarakat adat memiliki kontribusi penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir Indonesia. Melalui penerapan Tradisi Egek, pengawasan kawasan laut, pelestarian budaya, serta pembangunan kolaborasi dengan berbagai pihak, MHA Malaumkarta terus berupaya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. 

Komitmen tersebut menjadi fondasi penting bagi terwujudnya kawasan laut adat yang sehat, produktif, dan lestari sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat saat ini maupun oleh generasi yang akan datang.

Artikel Terkait

Agar generasi depan masih bisa menikmati laut

MHA Wooti Kook Terbuka untuk Kemitraan Strategis Baru dalam menghadapi tantangan yang terus berkembang di kawasan Segitiga Terumbu Karang, melalui penguatan Infrastruktur Perlindungan Laut, Pengembangan Sumber Daya Manusia, serta Fasilitas yang Tangguh terhadap Perubahan Iklim.