MHA Wooti Logo
Website ini masih dalam perkembangan!
Sampul MHA Wooti Kook Malaumkarta Terima Pendanaan Strategis Proyek TFCCA

MHA Wooti Kook Malaumkarta Terima Pendanaan Strategis Proyek TFCCA

Foto Penulis

MHA Wooti Kook

·

10 Jun 2026


Sorong, 27 Januari 2026 – Masyarakat Hukum Adat (MHA) Wooti Kook Malaumkarta resmi terpilih sebagai mitra pelaksana untuk menerima pendanaan khusus dari proyek TFCCA (Tropical Forest and Coral Reefs Conservation Act). Dukungan besar ini hadir untuk membantu kami menjaga kelestarian laut pesisir sekaligus menghidupkan kembali perekonomian warga di wilayah Malaumkarta Raya, Papua Barat.

Sebagai bagian dari upaya konservasi yang dijalankan oleh komunitas adat dan organisasi masyarakat sipil (NGO) di Indonesia, kerja sama ini menunjukkan pentingnya peran masyarakat lokal dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut dan ekosistem pesisir.

Kerja sama ini didukung penuh oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Keuangan, bersama para mitra pelestari alam yaitu Yayasan Konservasi Indonesia (KI), Conservation International (CI), The Nature Conservancy (TNC), dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).

Sebagai penerima manfaat (grantee), MHA Malaumkarta berkomitmen mengelola dukungan ini secara transparan melalui implementasi program prioritas berikut.

1. Penguatan Lembaga Adat yang Mandiri

Kami terus membenahi manajemen organisasi Unit Pengelola Wooti Kook agar semakin profesional, transparan, dan siap mengelola kerja sama internasional dalam jangka panjang.

2. Patroli Laut Berbasis Data (Tim Pengawas Egek)

Program ini meningkatkan kapasitas Tim Pengawas Egek untuk memperkuat patroli bersama Pokmaswas dalam mengamankan perairan adat. Melalui digitalisasi pencatatan hasil tangkapan, inisiatif ini sekaligus menunjang program pemerintah dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan stok perikanan.

3. Menghidupkan Kembali Tradisi Egek

Tradisi adalah fondasi kami. Program ini mendukung penuh keterlibatan seluruh warga dalam menjaga hukum adat Egek (sasi), termasuk menentukan waktu yang tepat untuk buka-tutup egek agar ekosistem laut memiliki waktu untuk memulihkan diri.

4. Kampanye Pelestarian Satwa ETP

Program ini membangun kesadaran komunitas dan generasi muda untuk melindungi satwa laut langka serta biota rentan (Endangered, Threatened, and Protected Species/ETP Species). Langkah ini menjadi intervensi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir Malaumkarta.

5. Penguatan Ekonomi Komunitas Berbasis Adat

Program ini memfasilitasi dukungan modal dan peningkatan kapasitas bagi pelaku usaha kecil lokal. Langkah teknis ini diambil untuk memastikan pemanfaatan sumber daya alam berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi warga pesisir secara berkelanjutan.

Masa Depan yang Cerah untuk Anak Cucu

Bagi MHA Malaumkarta, proyek TFCCA ini adalah berkah luar biasa. Program ini membuktikan bahwa kearifan lokal seperti Egek bukanlah masa lalu, melainkan solusi masa kini untuk menjaga bumi. Lewat kerja sama ini, kami tidak hanya sedang melindungi terumbu karang dan lautan hari ini, tetapi juga memastikan bahwa seluruh kekayaan laut Malaumkarta Raya akan tetap utuh, lestari, dan dapat dinikmati dengan bangga oleh anak cucu kita di masa depan.

Sebagai komunitas adat yang aktif dalam upaya konservasi laut di Papua Barat, kami percaya bahwa kolaborasi antara masyarakat lokal, pemerintah, NGO, dan mitra pembangunan akan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat pesisir Indonesia.

Mari bersama menjaga laut, bersama menyejahterakan warga!

Artikel Terkait

Agar generasi depan masih bisa menikmati laut

MHA Wooti Kook Terbuka untuk Kemitraan Strategis Baru dalam menghadapi tantangan yang terus berkembang di kawasan Segitiga Terumbu Karang, melalui penguatan Infrastruktur Perlindungan Laut, Pengembangan Sumber Daya Manusia, serta Fasilitas yang Tangguh terhadap Perubahan Iklim.